Bahasa Indonesia

Kemenlu Tiongkok Desak Negara Tertentu di Luar Kawasan Pandang Kemajuan Tiongkok dan Asia dengan Sikap Rasional

criPublished: 2021-12-01 10:45:04
Share
Share this with Close
Messenger Pinterest LinkedIn
咪乐|直播|间下载安装   “有人欢喜有人愁”,加速非洲一体化仍面临多重挑战  不过,现在仍然很难说,非洲自贸区已经到了临门一脚的时刻。

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers rutin hari Rabu (24/11) kemarin menyatakan bahwa Tiongkok mendesak negara tertentu di luar kawasan untuk memahami situasi internasional, memandang perkembangan dan kemajuan Tiongkok dan Asia secara objektif dan rasional.

Zhao Lijian menyatakan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan mengenai laporan terkait kehadiran beberapa menlu negara ASEAN dalam Konferensi Menteri Luar Negeri G7 yang akan digelar pada tanggal 10 Desember mendatang.

Zhao Lijian mengatakan, Tiongkok dan berbagai anggota ASEAN saling menghormati, memperlakukan satu sama lain secara setara, saling membantu dan dengan ide terbuka membimbing pengintegrasian ekonomi kawasan ini, mendorong kerja sama kawasan yang dipimpin ASEAN dengan konsultasi yang setara, bersikap inklusif membentuk lingkaran persahabatan yang terbuka, dan bukannya mengesampingkan pihak lain. Semua ini adalah pengalaman berharga yang disimpulkan Tiongkok-ASEAN selama 30 tahun, juga menjadi teladan bagi kerja sama regional Asia Timur dan penjalinan hubungan internasional tipe baru.

Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok berharap dan yakin bahwa ASEAN akan bersama dengan Tiongkok mendorong kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-ASEAN, saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah satu sama lain, saling tidak mengintervensi urusan intern, serta berupaya memelihara multilateralisme dan kerangka kerja sama regional yang terbuka dan inklusif.

“Kami mendesak negara tertentu di luar kawasan ini untuk memahami situasi internasional, menyesuaikan diri dengan arus zaman, memandang perkembangan dan kemajuan Tiongkok dan Asia dengan sikap objektif dan rasional, menghormati sistem politik, jalan perkembangan, nilai pandang serta kesepahaman kerja sama negara-negara Asia, mengesampingkan pandangan Perang Dingin, mengoreksi kebiasaan buruk yang selalu mengintervensi urusan intern negara lain, dan banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi perdamaian dan kestabilan kawasan ini.”

Share this story on

Messenger Pinterest LinkedIn
百度