Bahasa Indonesia

Lima Pertanyaan Jubir Kemlu Tiongkok kepada AS, Inggris dan Australia tentang Kerja Sama Kapal Selam Nuklir

criPublished: 2021-12-01 15:05:36
Share
Share this with Close
Messenger Pinterest LinkedIn
咪乐|直播|2018版 中国改革开放已经近40年了,我们当时大量吸引外资,进口大量技术。

Mengenai ratifikasi Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Persetujuan Pertukaran Informasi Tenaga Nuklir Angkatan Laut AS-Inggris-Australia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian pada hari Senin kemarin (22/11) mengatakan bahwa Tiongkok menyatakan keprihatinan yang serius terhadap kerja sama kapal selam nuklir antar AS, Inggris dan Australia yang dengan sengaja memperburuk ketegangan regional, merangsang perlombaan senjata, mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta melemahkan upaya non-proliferasi nuklir internasional. Banyak negara lain juga telah menyatakan keprihatinan seriusnya tentang kemungkinan konsekuensi negatif dari kerja sama tersebut.

Menurut berita dari situs Gedung Putih pada tanggal 19 November lalu, Presiden AS menyetujui memorandum "Persetujuan Pertukaran Informasi Tenaga Nuklir Angkatan Laut AS, Inggris dan Australia" dan menyatakan bahwa persetujuan tersebut akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pertahanan, keamanan dan kerja sama ketiga negara dan memperdalam kemitraan keamanan trilateral AS, Inggris dan Australia.

Zhao Lijian mengatakan bahwa tiga negara, AS, Inggris dan Australia, mengabaikan peraturan internasional dan penentangan berbagai pihak, mengarang apa yang disebut sebagai persetujuan pertukaran informasi tenaga nuklir angkatan laut, dan bersikeras memajukan kerja sama kapal selam nuklir, tindakan ini sangat tidak bertanggung jawab.

“Coba tanya Informasi apa yang akan dibagikan ketiga negara? Apakah itu sesuai dengan kewajiban internasional ketiga negara? Apakah itu akan mengakibatkan proliferasi nuklir? Bagaimana ketiga negara memastikan bahwa bahan dan teknologi nuklir tidak akan digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir? Bagaimana mencegahnya? Bagaimana mencegah negara lain tidak mengikuti tindakan yang salah itu? Ketiga negara berkewajiban untuk memberikan penjelasan yang tegas kepada masyarakat internasional."

Share this story on

Messenger Pinterest LinkedIn
百度