Bahasa Indonesia

AS Ingin Pisahkan Hubungan Tiongkok-Afrika?

criPublished: 2021-12-01 14:16:47
Share
Share this with Close
Messenger Pinterest LinkedIn
咪乐|直播|平台|比例 所以我们现在虽想好好做人,难保血管里的昏乱分子不来作怪,我们也不由自主,一变而为研究丹田脸谱的人物:这真是大可寒心的事。

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken baru-baru ini mengunjungi Kenya, Nigeria dan Senegal. Opini memperhatikan, nampaknya Blinken tidak seperti menlu sebelumnya, memaksa negara-negara Afrika berpihak, tetapi tetap berniat memisahkan hubungan antara Tiongkok dengan Afrika, dan menekan ruang diplomatik Tiongkok.

Namun, kesatuan dan persahabatan serta kerja sama erat antara Tiongkok-Afrika tidak dapat dipisahkan. Ketika mobil Blinken berjalan di jalan tol di Nairobi yang dibangun dengan investasi Tiongkok, ketika dia keluar dari Bandara Abuja, Nigeria dan melihat Gedung Kamar Dagang Umum Tiongkok, ketika dia merasakan suasana meriah Konferensi Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika yang bakal digelar di Senegal, apakah dia akan merasa malu ketika berpidato?

Fakta pun membuktikan hal ini. Menteri Luar Negeri Nigeria membantah Blinken secara terus terang, “Kami sudah melihat peluang besar kerja sama dengan orang Tiongkok. Mereka mempunyai pengalaman yang kaya di bidang pembangunan proyek besar dan infrastruktur.”

Kunci menjalin persahabatan ialah ketulusan hati. Dalam jangka waktu panjang ini, bantuan AS kepada Afrika selalu berhenti sampai di mulut saja, tidak ada tindakan riil, atau harus ditambah syarat politik. AS tidak pernah memperhatikan perkembangan Afrika, hanya memanfaatkannya sebagai alat permainan geopolitik.

Akan tetapi, Tiongkok selalu menerima Afrika sebagai sahabat, selalu menunaikan janjinya. Baru-baru ini, sebuah Stasiun Televisi Zimbabwe membuat acara dokumenter, menceritakan kisah pemulihan ekonomi negara itu dengan bantuan vaksin Tiongkok. Dikabarkan, 95 persen vaksin yang disuntikkan di Zimbabwe berasal dari Tiongkok.

Tiongkok sudah 12 tahun berturut-turut memelihara status mitra dagang pertama dengan Afrika. Sejak Forum Kerja sama Tiongkok-Afrika dibentuk, volume perdagangan Tiongkok-Afrika meningkat 20 kali lipat, investasi langsung Tiongkok terhadap Afrika meningkat 100 kali lipat. Jalur kereta api yang baru dibangun dan diperbaiki dengan bantuan perusahaan Tiongkok di Afrika melebihi 10.000 kilometer dan jalan tol hampir 100.000 kilometer, total telah menciptakan sekitar 4,5 juta lapangan kerja. Semua itu dilakukan Tiongkok dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat Afrika, tidak ada syarat politik apa pun.

Siapakah sahabat sejati Afrika? Menurut survei badan sipil Afrika, daya pengaruh Tiongkok di Afrika menempati urutan pertama, 63 persen responden berpendapat bahwa pengaruh politik dan ekonomi Tiongkok bagi negaranya sangat atau cukup positif.

Afrika memerlukan ketulusan, bukan perhitungan. AS hendaknya mendengarkan saran pakar Afrika Selatan Eric Olander, “Membandingkan diri dengan Tiongkok, bagi pemerintah AS, hal tersebut adalah sebuah permainan yang pasti akan kalah. Apabila pejabat AS ingin ditanggapi dengan serius, mereka harus mengalihkan fokus perhatiannya dari keberadaan Tiongkok di Afrika, ke agenda positif mereka untuk benua Afrika”.

Share this story on

Messenger Pinterest LinkedIn
百度